October 20th, 2012

malam rebah
sunyi terhibah
memori tentang kita mulai melemah

aku diam
langit menyapa dengan muram
guntur mulai menggeram
lalu turun hujan semalam

inilah mampuku
hanya bisa merangkai kalimat semu
di luar duniaku
aku hanya bisa membisu

hei sobat
kita mulai bersekat
bertegur sapa pun tak sempat
padahal dulu kita dekat

mungkin dunia kita sudah berbeda
obrolan kita sudah berjeda
aku bukan lagi orang yang sama

mungkin ini salahku
atau salah duniaku
entahlah aku tak tahu
bahkan aku tak mengerti pikiranku

dan disini ku masih terjaga
menyusuri memori yang telah berjelaga
menunggu hingga malam tiada

pada akhirnya
ku tetap menunggu
agar aku berada di waktu dan tempat yang tepat
untuk sahabatku

tak pernah di waktu dan tempat yang tepat

by @elsayoelz

20102012

October 18th, 2012
I have the deepest affection for intellectual conversations. The ability to just sit and talk. About love, about life, about anything, about everything. To sit under the moon with all the time in the world, the full-speed train that is our lives slowing to a crawl. Bound by no obligations, barred by no human limitations. To speak without regret or fear of consequence. To talk for hours and about what’s really important in life.
leilockheart:

MOSQUITOOOO!!!

leilockheart:

MOSQUITOOOO!!!

saya pergi dengan amarah besar di hati saya
lalu saya memutuskan pergi jauh dari jakarta untuk sementara
untuk meredam badai taufan yang memporakporandakan diri saya

antara bintaro-merak
siang, di dalam kereta jam 2, saya duduk menatap jendela
melihat hamparan sawah, yang diselingi perkampungan-perkampungan kumuh
dan saya belajar
bahwa hidup adalah tentang bersyukur

mencapai pelabuhan merak adalah imbalan setelah duduk selama 3 jam

antara merak-bakauheni
malam, di atas kapal jam 7, saya duduk di buritan kapal
memandangi hamparan luas pertemuan laut jawa dan samudera hindia
dan saya belajar
bahwa hidup adalah tentang kelapangan hati untuk memaafkan

dari kejauhan, kalimat “selamat datang di pulau sumatera” menyambutku

antara bakauheni-pantai klara
pagi, di atas mobil carteran, saya duduk di kursi belakang mobil
memandangi jalanan trans sumatera yang panas seakan tanpa ujung
dan saya belajar
bahwa hidup adalah tentang kesabaran sepanas apapun hati kita

birunya air laut dan indahnya pantai klara, segera mendamaikan hati

antara pantai klara-pulau kelagian
siang, diatas kapal carteran seharga 80 ribu, saya duduk di buritan kiri kapal
mencelupkan kaki diatas kapal yang sedang berjalan, sambil memperhatikan riak air
dan saya belajar
seperti kapal yang melaju memecah riak air laut
bagaimanapun sulit hidup kita, kita harus tetap bergerak untuk mencapai tujuan

pasir putih pulau kelagian nan lembut, menyambutku dengan indah

di pulau kelagian
malam hari, di bibir pantai di depan tenda berwarna oranye
saya telentang, memandang langit malam
tak seperti jakarta, di pulau ini bintang terlihat sangat jelas
dan saya belajar
bahwa solusi akan terlihat jelas apabila kita meredakan emosi kita yang sama ricuhnya seperti kota jakarta

angin laut dan suara ombak membawaku ke alam mimpi hingga malam surut

antara pulau kelagian-way kambas
satu hari satu malam, diatas angkot, translampung, hingga bus ekonomi menuju sumsel
bergoyang-goyang mengikuti irama bus yang melaju di jalanan berbatu
dan saya belajar
bahwa hidup itu simpel dan harus dinikmati dengan bahagia
maka kita tidak akan mengeluh sedikitpun

saya bertemu gajah yang sangat lucu, pada akhirnya

begitulah
bagaimana badai di diri saya bisa teredam
amarah di hati saya bisa padam

dan saya terlahir kembali sebagai manusia yang dewasa..

antara bintaro-way kambas, saya belajar..


oleh : @elsayoelz 

18102012

October 10th, 2012
Sawang Sinawang - Ilusi Kebahagiaan
- Pepatah Jawa di mana keadaan yang tidak kita alami terlihat lebih keren, lebih indah. Padahal belum tentu seperti yang ditampakkan. -
Mas Raditya Permana (via ayuprissa)
October 8th, 2012

nightlightvie:

#TipeDarah O yang mendominasi 46% penduduk dunia, mereka dikenal sebagai ‘The Hunters’-pemburu. Karnivor

#TipeDarah O itu seperti lebah. Siap memberi manfaat ke orang lain. Mereka tak akan menyerang tanpa alasan.

#TipeDarah O memiliki…

October 3rd, 2012
Writing also means not speaking. Keeping silent. Screaming without sound.

Marguerite Duras in “Writing”

This is it, I scream!

(via handoiiy)

(Source: britticisms, via handoiiy)

leilockheart:

Incandescent cloud by Caitlind Brown

leilockheart:

Incandescent cloud by Caitlind Brown