saya pergi dengan amarah besar di hati saya
lalu saya memutuskan pergi jauh dari jakarta untuk sementara
untuk meredam badai taufan yang memporakporandakan diri saya
antara bintaro-merak
siang, di dalam kereta jam 2, saya duduk menatap jendela
melihat hamparan sawah, yang diselingi perkampungan-perkampungan kumuh
dan saya belajar
bahwa hidup adalah tentang bersyukur
mencapai pelabuhan merak adalah imbalan setelah duduk selama 3 jam
antara merak-bakauheni
malam, di atas kapal jam 7, saya duduk di buritan kapal
memandangi hamparan luas pertemuan laut jawa dan samudera hindia
dan saya belajar
bahwa hidup adalah tentang kelapangan hati untuk memaafkan
dari kejauhan, kalimat “selamat datang di pulau sumatera” menyambutku
antara bakauheni-pantai klara
pagi, di atas mobil carteran, saya duduk di kursi belakang mobil
memandangi jalanan trans sumatera yang panas seakan tanpa ujung
dan saya belajar
bahwa hidup adalah tentang kesabaran sepanas apapun hati kita
birunya air laut dan indahnya pantai klara, segera mendamaikan hati
antara pantai klara-pulau kelagian
siang, diatas kapal carteran seharga 80 ribu, saya duduk di buritan kiri kapal
mencelupkan kaki diatas kapal yang sedang berjalan, sambil memperhatikan riak air
dan saya belajar
seperti kapal yang melaju memecah riak air laut
bagaimanapun sulit hidup kita, kita harus tetap bergerak untuk mencapai tujuan
pasir putih pulau kelagian nan lembut, menyambutku dengan indah
di pulau kelagian
malam hari, di bibir pantai di depan tenda berwarna oranye
saya telentang, memandang langit malam
tak seperti jakarta, di pulau ini bintang terlihat sangat jelas
dan saya belajar
bahwa solusi akan terlihat jelas apabila kita meredakan emosi kita yang sama ricuhnya seperti kota jakarta
angin laut dan suara ombak membawaku ke alam mimpi hingga malam surut
antara pulau kelagian-way kambas
satu hari satu malam, diatas angkot, translampung, hingga bus ekonomi menuju sumsel
bergoyang-goyang mengikuti irama bus yang melaju di jalanan berbatu
dan saya belajar
bahwa hidup itu simpel dan harus dinikmati dengan bahagia
maka kita tidak akan mengeluh sedikitpun
saya bertemu gajah yang sangat lucu, pada akhirnya
begitulah
bagaimana badai di diri saya bisa teredam
amarah di hati saya bisa padam
dan saya terlahir kembali sebagai manusia yang dewasa..